Mengenal Tahapan Yang Harus Dilalui Untuk Divestasi Freeport

Divestasi Freeport merupakan sebuah proses yang tidak mudah dan terbilang cukup lama terealisasi. Walaupun ketentuan dari prosesnya tertuang dalam perjanjian kontrak yang telah disepakati, namun pelaksanaannya memang cenderung tidak pernah sesuai. Proses pengambilalihan PT Freeport sudah menjadi prioritas pemerintahan pada era sebelumnya, namun masih urung berhasil. Akan tetapi pada pemerintahan sekarang prosesnya sudah menemui titik terang dengan disepakatinya perjanjian awal tentang divestasi sebesar 51% saham yang telah disepakati kedua belah pihak.

5 Tahapan Proses Kepemilikan 51%Saham Freeport

Pihak pemerintah melalui PT Inalum sebenarnya tidak mudah untuk bisa mengakuisisi 51% nilai saham PT Freeport. Mereka setidaknya harus melewati beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

  • Pertama, PT Inalum harus menyelesaikan pemenuhan segala persyaratan yang tertera pada perjanjian yang sudah selesai disepakati bersama antara pemerintah dan pihak PT Freeport. Perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya adalah Head of Agreement saja. Jadi persyaratan akan menyusul setelahnya.
  • Langkah kedua agar mampu merampungkan divestasi Freeport adalah persiapan uang guna digunakan untuk pembayaran. Dana yang disiapkan itu untuk membayar 51% nilai daham dari PT Freeport.
  • Ketiga, PT Inalum harus mendapatkan persetujuan mengenai perubahan nilai anggaran dasar dari PT Freeport.
  • Keempat, pelaporan mengenai persaingan usaha atau anti-trust filing baik di Indonesia ataupun negara lain seperti Tiongkok, Jepang, Filipina, dan Korea Selatan.
  • Langkah kelima adalah realisasi pembayaran terhadap 51% jumlah saham yang dimiliki PT Freeport.

Itulah beberapa tahapan yang harus dilalui jika memang ingin mendapatkan saham mayoritas dari Freeport. Memang hingga sekarang gaungnya masih belum terdengar dan menjadi polemik baik pada kubu DPR ataupun masyarakat.

Namun pihak PT Inalum memberikan keterangan jika proses akan memakan waktu hingga akhir tahun 2018. Jadi berhasil atau tidaknya proses tersebut harus ditunggu realisasinya hingga akhir tahun. Selain itu pihak Freeport juga masih berkutat dengan Kementerian Lingkungan Hidup mengenai pengolahan limbah.

Pembangunan smelter yang belum dilakukan menjadikan persoalan limbah harus diselesaikan terlebih dahulu agar proses divestasi Freeport bisa berjalan dengan lancar.

Related posts: